Rabu, 23 April 2008

Love ~there's nothin' better than it~

Mengapa orang menganggap cinta itu kejam. Cinta itu menyedihkan. Bahasa Inggrisnya : Luph izh FUCK!

Padahal yang ada hanyalah, cinta adalah anugerah terindah. Kalau orang yang menganggap cinta adalah sesuatu yang menyebalkan, selamanya orang itu adalah korban pengkhianatan.

Saya bukan orang sombong yang sok tahu tentang adanya cinta. Semua ini hanya apa yang saya rasakan, di dalam lubuk hati. Entah apa yang orang lain rasakan, maaf kalau saya tentang argumennya.

Semua orang menganggap bahwa ditinggal mati kekasih, sama artinya dengan kehilangan segalanya. Kalau cinta itu benar-benar ada, maka cinta yang tertanam di lubuk hati anda akan membuahkan kenangan manis tentangnya. Itu adalah hal yang berdefinisi 'segalanya'. "Walaupun sudah mati, selamanya dia akan terus hidup di hatiku." Itu adalah buah kata-kata yang saya dapat dari banyak buku yang saya baca. (Rata-rata komik oTL Bukan orang yang suka baca buku berat)

Maka jangan anda tangisi cinta.

Huff, aku tak terbiasa menggunakan sapaan resmi. Kau tak keberatan, bukan?

Hei, aku punya cerita. Mungkin banyak dari kalian telah mengetahuinya. Mau tahu?

Ada sepasang kekasih yang sudah jalan hampir 4 tahun. Suatu hari, si lelaki hendak menjemput si wanita. Malang tak dapat ditolak, si lelaki itu mengalami kecelakaan dan harus kehilangan nyawanya di jalanan naas itu.
Wanita yang tulus mencintainya, dengan seluruh pedih yang dideritanya, dan shock yang harus ditanggungnya, menulis sebuah lagu. Lagu yang bagus sekali. Dan teman-temannya menyuruhnya untuk direkam.
Setelah direkam, tak dinyana sang wanita telah menggantungkan kepalanya di kamar mandi...

Sepintas mengingatkan kita ke kisah Romeo 'n Juliet. Versi modern tentunya.

Aku tidak melihat itu sebagai sesuatu yang indah, namun menyakitkan. Menurutku, mojang itu pendek pikirannya. Ditinggal kekasihnya lalu bunuh diri.
Cinta itu tak harus memiliki.

Entah apa yang merasuki pikiranku hari ini, jam ini, menit ini detik ini. Mungkin karena terlalu terbawa oleh suasana yang menderaku baru-baru ini.

Naksir, bukan cinta yang kuat tepatnya. Tapi layaknya seorang cewek, hanya bisa menunggu. Dan itu terjadi pada 2 pria. Cinta monyet, tak usah kau pedulikan.

Entah sejak kapan, filosofi itu merasuki hatiku dengan kecepatan seperti kilat, langsung merambah ke pusatnya. Bukan hal yang begitu berarti, hanya hal biasa yang sekali lagi tak usah kau pedulikan.

Cinta adalah hal yang tak berbentuk, tak terlihat tapi terlihatnya oleh mata hati. Cinta bukan hal yang perlu dibanggakan, menurutku. Tapi cinta perlu dijunjung tinggi.

Cinta pada sesama manusia, pada sesama makhluk hidup, pada lingkungan, dan Yang Di Atas.

Cinta yang paling sering diungkit, cinta pada lawan jenis. Benar-benar hal yang indah, mencintai seorang yang gendernya berbeda dari kita. Hanya melihatnya saja, rasanya angin tersejuk di dunia menerpa dada.

Dan cinta terkadang bisa jadi teramat sinting. Walaupun dihujam pedang, yang terasa angin sejuk yang berdesir. Walapun harus menuruni jurang, rasanya seperti berjalan di tengah bidang datar. Walaupun harus melintasi hamparan pasir Gurun Sahara, rasanya seperti menyusuri jalan setapak di kaki bukit yang sejuk dan nyaman.

Dan cinta bukan alasan yang masuk akal untuk bunuh diri. Itu sangatlah absurd. Kecuali kalau harus menyerahkan nyawa untuk orang yang dicintainya.

Sekali lagi, walaupun orang yang kau cintai sudah mati, cintanya akan terus hidup di hatimu.

Buat kau yang sedang putus asa karena ditinggal mati kekasih, jangan mencoba bunuh diri!

Karena, hanya jasadnya yang terkubur, cintanya akan terus hidup dalam hatimu.



Tidak ada komentar: